Berita Kemahasiswaan

HUMAS UMPAR

18-08-2022 HUMAS UMPAR

FIKRI HAIKAL, MAHASISWA PBI FKIP UMPAR INISIASI APLIKASI BERBASIS LIVE-2D DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Penerapan teknologi dalam pendidikan menjadi tren pembelajaran saat ini. Sudah banyak upaya yang dilakukan dalam pengembangan teknologi dalam pendidikan. Ada yang berbasis web, aplikasi serta beberapa platform pembelajaran. Dengan pesatnya perkembangan teknologi ini, guru harus mulai untuk melakukan adaptasi dalam pengembangan diri mempelajari beberapa inovasi dalam melaksanakan tugas di dalam kelas.

Begitu juga dalam mengajarkan bahasa asing, inovasi teknologi sangat diperlukan untuk menunjang pembelajaran. Masalah yang dialami oleh guru dalam mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing adalah tentang kesulitan penerapan teknologi. Ada gap yang cukup jauh terkait penggunaan teknologi antara siswa dan guru. Gap ini cenderung membuat siswa merasa bosan, jenuh dan tidak termotivasi saat belajar Bahasa inggris.

Fikri Haikal, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah Parepare (FKIP UMPAR) menggagas inovasi pemanfaatan aplikasi live-2D (dua dimensi). Berdasarkan fenomena V-tuber yang marak di youtube, Fikri mencoba mengarahkan hal tersebut untuk dimaksimalkan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dalam Ujian tutup, dia menjelaskan bahwa aplikasi ini menggunaan aplikasi Vseeface dan mendapat respon yang sangat baik dari siswa dan pihak sekolah.

Dr. Khadijah Maming, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyambut baik hal tersebut dan menyatakan bahwa ke depan penerapan teknologi dalam pembelajaran bahasa inggris akan menjadi salah satu standar dalam penyelesaian studi mahasiswa.

“Ke depan penerapan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris akan menjadi salah satu standar dalam penyelesaian studi mahasiswa”, sambut Kaprodi PBI.

Hal senada juga disampaikan oleh Badaruddin, S. Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa harus diberi dukungan penuh atas gagasan inovatif yang dimiliki mahasiswa.

“Mahasiswa harus diberi dukungan penuh atas gagasan inovatif yang dimiliki mahasiswa”, ungkap Badaruddin, S. Pd. M. Pd.