Berita Kemahasiswaan

HUMAS UMPAR

07-10-2020 HUMAS UMPAR

PASTIKAN DAMAI, WR 3 UMPAR PANTAU AKSI MAHASISWA

Terkait pengesahan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law cipta Kerja menjadi uu oleh DPR pada awal pekan kemarin. UU baru itu mengubah sejumlah aturan bagi buruh atau pekerja di Indonesia. Beberapa perubahan tersebut menuai penolakan dari masyarakat lantaran dinilai merugikan pekerja.

Mahasiswa, salah satu dari elemen masyarakat yang menolak Pengesahan UU tersebut. Khususnya di Kota Parepare, Mahasiswa yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi di Kota tersebut menggelar aksi yang dinamakan Aliansi Fraksi Rakyat (Afarat). Dapat terlihat rombongan mahasiswa berbondong-bondong ikut dalam aksi tersebut.

Wakil Rektor 3 UMPAR, Hamsyah, ST., MT., dalam rangka memastikan Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tetap dalam koridor aksi damai, (terkhusus jika sekiranya terdapat mahasiswa UMPAR yang tergabung dalam aksi tersebut) ikut memantau di lapangan.

“Kami dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Parepare melihat gelombang penolakan pengesahan UU Cipta Kerja ini cukup besar, khususnya di Kota Parepare ini, oleh karena itu kami hanya bisa ikut memastikan agar Aksi yang digelar oleh para mahasiswa dalam koridor damai, apalagi jika sekiranya dalam barisan aksi tersbut terdapat dari mahasiswa kami.”, ungkap Hamsyah, wakil Rektor 3 UMPAR.

Pantauan Media Center UMPAR, Rombongan Aksi memiliki 3 titik kumpul yang kemudian bertemu di Depan SPBU Lumpue (simpang jalan poros-terminal) yang pada akhirnya melanjutkan aksi di titik Aksi, yakni di Gedung DPR-D Kota Parepare.

Tuntutan dari Peserta aksi yang menamakan diri mereka dari Aliansi Fraksi Rakyat adalah Mendesak Presiden segera menerbitkan perpu pembatalan omnibuslaw, Mendesak setiap Fraksi Partai Kota Parepare  menolak omnibuslaw dengan pernyataan tertulis, Menuntut pengesahan RUU PKS, Wujudkan reforma agraria sejati, dan agar Pemerintah  fokus tangani covid-19.