Berita Tri Dharma

Humas UM Parepare

30-11-2018 Humas UM Parepare

DOSEN UM PAREPARE HIBAHKAN MESIN KOMPOS KE PETANI

Enrekang, Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang melakukan pengabdian di Desa Batu Mila Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang baru-baru saja menghibahkan mesin pertanian, berupa mesin penepung kotoran ternak. Tim ini terdiri dari 3 dosen Universitas Muhammadiyah Parepare, adalah Dr. Nurhapsa sebagai ketua pelaksana, dan 2 anggotanyayaitu Suherman, SP., MP. dan Irmayani, S.Pt., M.Si.

Pelaksanaan PKM ini merupakan kegiatan yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemristekdikti untuk tahun pelaksanaan 2018. Tim ini mengangkat judul program PKM bagi masyarakat tani/ternak dalam pemberdayaan dan pemanfaatan limbah pertanian bernilai ekonomis tinggi di Desa Batu Mila.

Ketua tim pelaksana, Dr. Nurhapsa, MP menjelaskan bahwa pelaksanaan pengabdian ini berlangsung selama 8 bulan efektif. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, kami telah melakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan, praktik dan demo langsung pembuatan pupuk organik, dan sampai melakukan analisis laboratorium terhadap hasil produk yang dibuat oleh mitra PKM.

“Kami telah melakukan bimbingan teknis sampai kepada pendampingan bagaimana mitra tani dapat melaksanakan kegiatan ini. Makanya untuk keberlanjutan kegiatan, alat yang digunakan selama kegiatan kami hibahkan kepada mitra” papar Nurhapsa.

Alat yang dihasilkan dalam pelaksanaan PKM ini merupakan investasi bagi mitra untuk dapat menghasilkan produk. Karena kegiatan ini menggunakan anggaran negara maka alat yang dibeli menggunakan uang negara tersebut wajib diserahkan kepada mitra sebagai lembaga masyarakat yang menggunakannya. “sepantasnya alat yang dihasilkan dan sudah digunakan memang seharusnya diserahkan kepada mitra sebagai user, karena aturannya memang ada” jelas Suherman salah satu anggota pelaksana.

Sebagai akhir pelaksanaan kegiatan secara resmi Tim Dosen Pelaksana dari UM Parepare melakukan tandatangan Berita Acara Serah Terima Barang sebagai bukti penyerahan barang hibah kepada mitra.

“Dalam usulan memang kami memasukkan alat penghalus kompos, makanya setelah alat ini ada sekarang kami juga menghibahkan kepada kelompok mitra. Agar nantinya pupuk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik” terang Suherman.

Nurhapsa juga menjelaskan bahwa untuk keberlanjutan kegiatan perlu dorongan semua sektor. Penyerahan hibah ini bukanlah berarti kegiatan ini berakhir, akan tetap dilakukan pendampingan. Saat ini sudah dilakukan inisiasi kerjasama dengan Pemkab Enrekang untuk promosi.

Diharapkan dengan terealisasinya kegiatan ini maka Universitas Muhammadiyah Parepare ikut mempercepat target pemerintah untuk memberdayakan ekonomi masyarakat secara mandiri. “kami berharap hasil kegiatan ini tidak sampai disini saja, akan terus kami lakukan pendampingan hingga menjadi produk komersil, makanya konsistensi untuk tetap mewujudkan menjadi industri melalui hibah alat-alat pertanian” kunci ketua tim pelaksana Dr. Nurhapsa yang katanya berkeinginan untuk berinvestasi bersama mitranya.