Berita Tri Dharma

HUMAS UMPAR

30-10-2020 HUMAS UMPAR

FAPETRIK DUKUNG UMPAR GREEN CAMPUS

Kamis, 29 Oktober 2020. Untuk mewujudkan Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) sebagai masyarakat ilmiah maka kesadaran turut berpartisipasi dan bertanggungjawab akan lingkungan yang berdampak terhadap pemanasan global tidak sekedar menjadi slogan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat kampus harus lahir dalam pribadinya sehingga mencirikan masyarakat ilmiah yang bersifat kritis dan solutif akan permasalahan lingkungan.

Oleh karena itu, UMPAR sudah selayaknya menjalankan rutinitas akademiknya menuju program Green Campus. Kampus bukan hanya sekedar lingkungan yang dipenuhi oleh pepohonan atau taman yang indah dan berwarna hijau, namun penting untuk memandang lebih jauh serta memaknai secara luas akan makna Green Campus.

Green Campus setidaknya perlu dimaknai bahwa warga kampus dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar kampus. Pemanfaatan tersebut haruslah seoptimal mungkin dapat efektif dan efisien. Termasuk diantaranya adalah pengelolaan sampah yang ada dapat dimanfaatkan kembali. Tidak dipungkiri jika keberadaan tanaman seperti pohon serta rumput yang menjadi gulma akan menghasilkan sampah setiap harinya. Kalau terus dibiarkan akan menumpuk dan menjadi salah satu penyebab peningkatan karbondiaosida dan amoniak di udara akibat dekomposisi yang tidak berlangsung dengan baik.

Sampah organik berupa daun kering yang jatuh dari pohon yang ada di dalam area kampus, selama ini hanya dibuang percuma atau bahkan di bakar. Akibat yang ditimbulkan adalah pelepasan senyawa karbondioksida akibat pembakaran dan senyawa amoniak dari sampah yang tidak terdekomposisi dengan baik. Kondisi ini semakin diperparah dengan pembangunan yang hampir menutup area tanah dengan beton dan/atau paving blok, tentu hal tersebut menjadikan tanah tidak lagi mampu menyediakan makro-mikro organisme yang berperan dalam proses dekomposisi secara alami oleh alam.

Oleh karena itu, program pengelolaan sampah organik kering (daun, ranting, dan sisa pemotongan rumput) menjadi perhatian khusus Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Fapetrik) UMPAR untuk dimanfaatkan dan tidak dibuang percuma atau bahkan dibakar. Program yang diterapkan adalah memanfaatkan sampah oranik menggunakan metode wire mesh composter atau disebut juga sebagai rumah cacing. Dengan mengumpulkan sampah organik kering menggunakan jaring kawat bertujuan untuk mendatangkan kembali cacing sebagai makro organisme pengolah sampah menjadi hara bagi tanaman. Dikatakan rumah cacing, karena dengan ketersediaan bahan organik sebagai sumber makanan cacing akan mengundang keberadaan cacing untuk berkumpul di sekitar areal tersebut.

Ada hubungan simbiosis mutualisme dalam proses ini, yaitu sampah organik kering berupa daun yang gugur dikumpulkan ke dalam jaring kawat sebagai makanan bagi cacing. Cacing akan memanfaatkan daun kering tersebut sebagai makanan dan menghasilkan kotoran cacing yang bermanfaat bagi tanaman (karena mengandung nutrisi). Area yang sebelumnya kurang menyediakan organisme tanah akan kembali kaya dengan makro-mikro organisme tanah. Sampah organik kering akan melapuk dengan sendirinya oleh keberadaan makro-mikro organisme tanah yang semakin tumbuh dan berkembang. Dengan sendirinya, maka pupuk organik akan tersedia dengan cara memanen dari hasil pelapukan yang berada di tingkat paling bawah. UMPAR telah dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik dari memanen bahan organik tersebut yang semakin tersedia, jika setiap hari jaring kawat terus diisi dengan sampah organik kering.

Jaring kawat dapat dibuat melingkar atau persegi, dimana jaring kawat dapat melingkari pohon atau ditempatkan disekitaran pohon. Luas lingkaran dan tinggi jaring kawat disesuaikan dengan kondisi pohon atau lingkungan sekitarnya. Begitu pula jumlah jaring kawat disesuiakan dengan volume sampah organik kering yang dihasilkan disetiap areal. Dengan penerapan metode ini maka dapat dilakukan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.

Fapetrik UMPAR, akan terus bergerak dan fokus terhadap pengelolaan sampah menggunaan teknologi sederhana dan menyesuaikan dengan sumberdaya yang ada di UMPAR. Fapetrik UMPAR sepenuhnya akan terus mendukung program Green Campus, atau bahkan menjadi contoh ke depannya.

Penulis: Suherman (Agroteknologi Fapetrik UMPAR)