Berita Tri Dharma

HUMAS UMPAR

30-11-2021 HUMAS UMPAR

PEJUANG MUDA KEMENSOS, MAHASISWA UMPAR: KEPAHLAWANAN DIRAIH TAK HARUS DI MEDAN PERANG

Sebanyak 2 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan 1 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) yang lolos sebagai peserta Pejuang Muda Kementerian Sosial.

Saat ini mahasiswa tersebut sementara menjalani sebagai Pejuang Muda Kementerian Sosial di penempatan daerah masing-masing yang sudah ditentukan sebelumnya.

Syahrani Nurul Aprilia, Muhammad Taufiq D, dan Elvantri, setelah melewati proses seleksi dinyatakan menjadi peserta yang kemudian akan beraktivitas sebagai pejuang muda dengan ruang lingkup kerja:

  1. Mahasiswa turun langsung ke daerah yang membutuhkan bantuan
  2. Mahasiswa akan berkolaborasi (magang) di Kementerian Sosial untuk mendukung program-programnya
  3. Bersama Kementerian Sosial, mahasiswa akan merancang dan mengeksekusi program sosial yang relevan untuk daerah tersebut
  4. Mahasiswa juga akan merancang digital campaign untuk mendukung program sosial yang dijalankan

Dengan aktivitas tersebut, mereka mendapatkan benefit sebagai peserta; Honor/Uang Saku, Transport PP, Atribut (kaos, jaket, rompi, topi rimba, tas ransel), Anggaran hibah dalam negeri/Direktorat Jendral Pemberdayaan Sosial sebagai penghargaan atas inovasi, kreativitas, nilai kewirausahaan dan keluaran serta impact yang dihasilkan.

Taufiq, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika menyatakan bahwa untuk kami yang bertugas di Kabupaten Sidrap, sebagai awal, melapor dulu di Dinas Sosial dan didampingi oleh Koordinator Kabupaten untuk melaporkan segala hal yang terkait, seperti permohonan surat penyampaian dari Sekda ke kecamatan maupun kelurahan/desa.

“untuk kami yang bertugas di Kabupaten Sidrap, sebagai awal, melapor dulu di Dinas Sosial dan didampingi oleh Koordinator Kabupaten untuk melaporkan segala hal yang terkait, seperti permohonan surat penyampaian dari Sekda ke kecamatan maupun kelurahan/desa”, ungkap Taufiq.

“Karena bulan ini bulan dimana terdapat hari pahlawan, maka kami memaknai bahwa kepahlawan tak harus diraih di medan perang. Dengan mengikuti program ini, kita sudah bisa memberi kontribusi untuk negara”, sambung Taufiq.

Taufiq cukup terharu, karena di masyarakat, telah muncul kesadaran dengan mengundurkan diri bagi yang merasa sudah tidak berhak menerima bantuan dikarenakan masih banyak yang lebih pantas dibandingkan dengan mereka.

“dan kami cukup terharu, karena di masyarakat, telah muncul kesadaran dengan mengundurkan diri bagi yang merasa sudah tidak berhak menerima bantuan dikarenakan masih banyak yang lebih pantas dibandingkan dengan dirinya.”, lanjut Taufiq.

Pejuang Muda adalah laboratorium sosial bagi para mahasiswa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret. Melalui Program setara 20 SKS ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah.