Berita Tri Dharma

HUMAS UMPAR

22-03-2022 HUMAS UMPAR

POTENSI PENGEMBANGAN USAHA TANI JAGUNG DI KABUPATEN SOPPENG

Tanaman jagung merupakan komoditas tanaman palawija yang diminta di pasar dunia dikarenakan    pemanfaatannya    yang    cukup    luas    terutama     untuk     pangan     atau kosumsi manusia, pakan dan bahan baku industri lainnya. Jagung juga merupakan komoditi tanaman pangan kedua yang terpenting setelah padi. Namun tanaman jagung pada umumnya seperti komoditas pangan lainnya karena diproduksi oleh petani dengan skala kecil sehingga dibutuhkan kebijakan strategis untuk meningkatkan jumlah produktifitas dan pendapatan karna dengan kebijakan bussiness as usual upaya peningkatan jumlah produksi tidak dapat mengimbangi jumlah peningkatan permintaan.

Potensi pengembangan jagung, seperti perluasan areal budidaya, peningkatan produktivitas melalui varietas unggul baru, penerapan teknik budidaya inovatif melalui pendekatan, pengelolaan tanaman terpadu (PTT), penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses pasar, peningkatan sistem permodalan, dan pembangunan infrastruktur masih sangat besar. Perjanjian perdagangan dan insentif bisnis untuk melindungi produksi dari hama tanaman dan pemprosesan pasca panen. Peluang pengembangan jagung untuk mendukung ketahanan pangan nasional sangat menjanjikan karena didukung oleh ketersediaan lahan dan teknologi yang luas dan siap pakai. Untuk itu, diperlukan berbagai dukungan, seperti dukungan kebijakan pemerintah.

Kabupaten Soppeng merupakan penyumbang hasil produksi jagung di Sulawesi Selatan. Meskipun berada di daerah pegunungan dan perbukitan, petani di Kabupaten Soppeng mampu menghasilkan hasil panen yang melimpah. Kecamatan Lilirilau merupakan daerah pertanian yang cukup luas di Kabupaten Soppeng yang merupakan sentra pertanian tanaman jagung. Salah satu daerah penghasil jagung yang cukup besar yaitu Kelurahan Ujung. Kelurahan Ujung merupakan salah satu sentra pengembangan tanaman jagung, Kelurahan Ujung pernah menjadi sentra komoditi Kakao, namun karena terjadi kerusakan, maka sekarang kelurahan Ujung menjadi sentra pengembangan tanaman Jagung.

Hasil penelitian Tim  UM Parepare yang terlibat pada keguatan Riset Muhammadiyah Tahun 2021 menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa fakto yang paling kuat dalam memperngaruhi pengembangan komoditi jagung di kabupaten Soppeng Khususnya di kelurahan Ujung yaitu pada faktor internal. Faktor internl ini terdiri dari kekuatan dan kelemahan. faktor kekuatan yaitu Peran kelompk tani dan ketersediaan lahan yang memadai bagi petani. Hal tersebut menunjukkan bahwa  peran kelompk tani dan ketersediaan lahan produksi faktor utama dalam pengembangan tanaman jagung. Dengan faktor tersebut  motifasi dan usaha petani yang kuat akan membuat petani mampu mencapai tujuan usaha tani jagung yang didukung oleh ketersediaan sarana produksi seperti benih, pupuk, pestisida dan pemanfaatan kelompok tani sehingga kegiatan usaha tani jagung dapat dilakukan dengan mudah.  Dikelurahan ujung petani mampu mengelola kegiatan usaha tani jagung sampai 2 kali priode tanam per tahun. 

Selain faktor kekuatan terdapat juga faktor kelemahan utama dalam pengembangan tanaman jagung  di kelurahan Ujung Kabupaten Soppeng yaitu ketersediaan pupuk bagi petani masih kurang, harga jagung masih tergatung pada daya beli pedagang, serta kebiasaan petani dalam usaha tani jagung masih sangat sederhana. Kondisi tersebut membuat semakin lemahnya menejemen usaha tani dan teknik budidaya petani yang salah membuat usaha tani jagung menjadi melemah sehingga produktifitas petani belum bisa meningkat.

Temuan Tim Penelitian UM Parepare pada kegiatan Riset Muhammadiyah Tahun 2022 yaitu  dalam peningkatan kegiatan usaha tani jagung di kelurahan Ujung Kabupaten Soppeng, diantaranya peningkatan partisipasi kelompok tani, peningkatan potensi lahan yang dimiliki petani serta memberikan penyuluhan dan pelatihan agar motifasi petani tidak turun khususnya pada kegiatan usaha tani jagung. Berdasarkan kondisi lokasi penelitian, bahwa 90% petani di kelurahan Ujung menggantung diri pada kegiatan usaha tani jagung. Setelah komoditi kakao rusah dan tidak dapat dipertahankan lagi, semejak itu pula petani berganti komoditi menjadi jagung. Dan sampai sekarang petani di kelurahan ujung sepanjang tahun selalu melakukan kegiatan usaha tani jagung.