Berita Tri Dharma

HUMAS UMPAR

29-01-2022 HUMAS UMPAR

UMPAR BERSINERGI DENGAN PETANI SIDRAP MELALUI RISET KEILMUAN

Tim Riset Keilmuan Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) melakukan sosialisasi dan dialog kelembagaan dengan petani di Desa Ciro-ciroe dan Desa Carawali Kabupaten Sidrap, Jum’at, 28 Januari 2022. Kegiatan yang berlangsung di sanggar petani di tengah sawah tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Carawali, Penyuluh Pertanian di lingkup BPP Watang Pulu, dan para petani.

Kepala Desa Carawali, Abdul Hafid, menyambut baik kegiatan ini dan mengungkapkan sejumlah masalah yang dihadapi petani di wilayahnya. Harga pupuk naik, subsidi dikurangi, dan pasokan pupuk terus tersendat. Abdul Hafid yang bergabung dalam JATAM (Jamaah Tani Muhammadiyah) juga menyampaikan harapan ke pemerintah untuk membantu petani agar produksi pertanian naik dengan biaya rendah. Kepada tim riset beliau berpesan agar dapat mendorong peningkatan bioteknologi dan ramah lingkungan di wilayahnya.

Senada dengan itu, Kepala Penyuluh BPP Watangpulu meminta agar para petani menggunakan pupuk berimbang dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dia juga meminta petani untuk tidak marah ke pengecer apabila terjadi keterlambatan pasokan pupuk.

Guru Besar, Prof. Andi Nuddin, M.Si menekankan pentingnya sinergitas kelembagaan petani sebagai salah satu jawaban dari keluhan dan kendala yang dihadapi petani, seperti kelangkaan pupuk. Apabila ada satu yang tidak jalan, maka kelembagaan akan pincang dan menyebabkan masalah di bidang pertanian.

Ketua tim Riset Desa Riset Keilmuan UMPAR, Dr. Iradhatullah Rahim, M.P menjelaskan kegiatan tersebut sebagai salah satu wujud meleburnya akademisi, pemerintah, dan petani. Selama ini banyak hasil penelitian di kampus yang terhenti pada laporan dan publikasi tanpa adanya hilirisasi di lapangan. Kegiatan yang didanai Rispro Mandatory LPDP bekerjasama dengan Kemendikbud Dikti tersebut merupakan salah satu wujud hilirisasi keilmuan. Inti dari kegiatan tersebut adalah pengembalian bahan organik dengan menerapkan pupuk api dari arang sekam padi yang terbuang selama ini, untuk meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini juga dapat menurunkan penggunaan bahan kimia yang berpotensi mendegradasi lahan. Selain itu, mengajak mahasiswa yang tergabung dalam tim riset untuk belajar lebih banyak kepada para petani, sebagai wujud merdeka belajar.

Kegiatan tersebut akan berlangsung dalam 8 bulan dan rencananya akan menghasilkan 7 penelitian skripsi mahasiswa. Anggota pada tim tersebut adalah Dr. Yadi Arodhiskara, M.Ak, Dr. Sukmawati, M.P, Harsani, S.P, M.P, dan Pratiwi S.Kom.

Kontributor: Dr. Iradhatullah Rahim, M.P.