Berita Tri Dharma

HUMAS UMPAR

17-03-2020 HUMAS UMPAR

Komitmen Wujudkan UM Parepare Di Kancah Global

Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare telah memiliki rektor baru. Adalah H. Muhammad Nasir yang dilantik bulan lalu, tepatnya Rabu, 12 Februari 2020. H Muhammad Nasir sebagai rektor menggantikan Prof Dr H Muhammad Siri Dangnga MS.

Sejak diresmikan menjadi Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare pada 10 Mei 1999, lalu. Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbesar di kawasan Ajatappareng telah banyak menyumbangkan berbagai pemikiran strategis yang membangun Kota Parepare.

Hal itu, tidak terlepas dari kepedulian dan peran serta seluruh civitas akademika UM Parepare serta berbagai kinerja yang telah dirintis oleh para pendahulu yang pernah menjabat sebagai pimpinan UM Parepare. H. Muhammad Nasir bukan figur baru di UM Parepare. Berbagai posisi strategi selama mengabdi di kampus tersebut. Sebelum mengembang amanah sebagai rektor, Muhammad Nasir menjabat sebagai Wakil Rektor II UM Parepare. Ia mengabdi saat UM Parepare masih berstatus STKIP Muhammadiyah. Muhammad Nasir merupakan salah satu pendiri UMPAR.

Kini, Universitas Muhammadiyah Parepare menuju kancah global. Upaya itu pun terus digenjot Rektor UM Parepare, H Muhammad Nasir dengan mulai menata kurikulum. Penataan itu, menjamin mutu pendidikan agar alumni mampu bersaing di pasar kerja. Hal ini dengan mewajibkan semua program studi (Prodi) di lingkup UM Parepare, menerapkan Bahasa Inggris. Menurutnya, UM Parepare harus go internasional (global) dengan caranya merivisi kurikulum dan menerapkan Bahasa Inggris di semua prodi.

“Di era sekarang, perguruan tinggi dituntut untuk go internasional. Kita juga telah memberangkatkan mahasiswa kami mengikuti magang di luar negeri dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kata mantan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ini UM Parepare.

Tak hanya itu, Muhammad Nasir, mengakui, Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional yang harus dikuasai para pemuda sebagai generasi penerus. Pemuda tanpa berbahasa Inggris, belum lengkap. Pemuda juga harus membangun jaringan agar mampu bersaing di bursa kerja.

“Magang di luar negeri dan BUMN, suatu prestasi buat kita. Apalagi beberapa hari yang lalu saya menerima informasi bahwa UM Parepare yang terbanyak diterima mahasiswanya magang di BUMN,” jelas mantan Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKI) tersebut.

Saat ini, kata dia, UM Parepare, berusaha menjual keunggulan kampus dan mendukung kebijakan Kampus Merdeka yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Program itu, mengizinkan mahasiswa mengambil mata kuliah di luar prodi selama tiga semester. “Program Kampus Merdeka, memberikan hak kepada mahasiswa secara sukarela mengambil kuliah atau magang di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 Sistem Kredit Semester (SKS),” katanya.

Muhammad Nasir menjelaskan, melalui Kampus Merdeka ini masing-masing perguruan tinggi menjual keunggulannya, supaya dia bisa dilirik di 40 SKS. Sehingga untuk mewujudkan itu, ia akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan dosen harus memiliki kualifikasi strata tiga (S3) semua golongan, guru besar, dan sertifikasi dosen.

“Kita juga akan berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa lebih 6.600 dan menambah program mahasiswa asing, serta meningkatkan rasio dosen. Mengharapkan, di tahun 2024, ada 777 dosen yang meraih gelar S3, didorong untuk bisa menjadi guru besar,” ungkapnya.

Apalagi, UM Parepare telah terakreditasi dengan kualifikasi B dan terprogram unggul. Sehingga diharapkan akreditasi ini bisa terus pertahankan, bahkan ditingkatkan.

“Juga akan prioritaskan proses belajar mengajar. Apalagi berada diera digital. Diharapkan dosen ada inovasi dalam proses belajar mengajar,” pungkasnya.

 

Berdaya Saing

Sejak berdirinya UM Parepare pada tahun 1999. Tentu terus mempersiapkan sarana pendidikan yang cukup dengan kualitas yang baik. Untuk membuat sarana pendidikan yang cukup dan berkualitas dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak yang terkait dengan kerjasama yang baik. Hal tersebut disampaikan H Muhammad Nasir, Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare.

Dia ingin meningkatkan sumber daya manusia (SDM), khusus dosen strata tiga (S3) untuk semua golongan, guru besar, sertifikasi dosen, meningkatkan jumlah mahasiswa lebih 6.600, menambah program mahasiswa asing, dan meningkatkan rasio dosen.

“Penandatangan kerjasama program dalam bentuk MoU dan MoA dan meningkatkan koordinasi dengan Pimpinan Internal Muhammadiyah Majelisdiktilitbang, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Badan Pembina Harian,” jelasnya.

Selain itu, dia juga akan meningkatkan, penelitian, pengabadian dan publikasi ilmiah. Menurutnya, penelitian dan pengabdian masyarakat UM Parepare sebagai klaster utama dengan dana pengelolaan hingga Rp15 miliar serta meningkatkan publikasi dalam bentuk jurnal yang terindeks dan terakreditasi baik nasional maupun internasional.

Dia pun menyebutkan, untuk tantangan di era sekarang ini, khususnya perkembangan pendidikan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ditandai dengan bertambahnya jumlah PTM yang berubah bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas.

Seperti, STKIP dan STISP Muhammadiyah Sidrap menjadi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, STKIP dan STIEM Palopo menjadi UM Palopo, STKIP Muhamadiyah Bulukumba menjadi UM Bulukumba, STAIN Parepare menjadi IAIN Parepare.

“Maka semuanya itu diperlukan kerjasama dan kemitraan semua pihak dalam pengembangan dan kemajuan bersama antara perguruan tinggi,” jelasnya.

 

Dia menambahkan, peningkatan kesejahteraan seluruh citivitas akademika UM Parepare dengan mempertimbangkan beberapa aspek yang akan sejalan dengan program pengembangan kampus UM Parepare. (has/sar)

 

Tulisan di atas telah terbit di Harian Pare Pos pada tanggal 17 Maret 2020 Halaman 3 dengan judul  “Wujudkan UM Parepare di Kancah Global”