Berita Tri Dharma

HUMAS UM PAREPARE

02-09-2019 HUMAS UM PAREPARE

Melalui Program Kemitraan, Um Parepare Gelar Pelatihan Bagi Petani Bawang Merah

Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani di Desa Parinding Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang diedukasi mengenai kewirausahaan dalam meningkatkan nilai ekonomi warga. Langkah tersebut dilakukan agar para wanita tani di daerah tersebut memiliki wawasan dan pengetahuan tentang memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada baik sumber daya manusia, maupun sumberdaya alam dalam meningkatkan nilai ekonomi dengan cara berwirausaha.

Edukasi yang dikemas dalam pelatihan tersebut dilakukan oleh Dosen asal Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) lewat program kemitraan masyarakat (PKM). UMPAR mendapatkan hibah pengabdian dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementristekdikti untuk tahun anggaran 2019. Salah satu diantaranya PKM yang dilaksanakan di Desa Parinding, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.

Tim PKM ini terdiri dari kedua Dosen UMPAR, yaitu Yusran Bachtiar, SE., M.Ak, Nirwana Sampara, SP.,M.Si dan dibantu oleh tim teknis dari beberapa Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMPAR dengan judul Kreatifitas Wirausaha  Kelompok  Ibu  Tani  dalam  Meningkatkan Nilai Ekonomis Hasil Panen Bawang Merah untuk Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan.

PKM yang dilaksanakan untuk memberdayakan wanita tani setempat yang mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga sekaligus petani demi membantu ekonomi keluarga.

Yusran Bachtiar SE., M.Ak, Selaku Ketua pelaksana mengatakan kegiatan PKM ini dilaksanakan ditahun 2019  dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Baru. “Kegiatan ini dilakukan sejak Februari, dan langsung dilaksanakan sejak dikeluarkannya pengumuman proposal hibah yang lolos seleksi melalui pengumuman simlitabmas Ristekdikti”, katanya.

Menurutnya pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap diantaranya tahap Sosialisasi, tahap pemberdayaan, hingga tahap Pengembangan Keterampilan.

Yusran Bachtiar juga menjelaskan, output dari kegiatan tersebut untuk membekali keterampilan masyarakat, khususnya mitra dalam memanfaatkan sumberdaya yaitu bawang merah serta memperdayakan wanita tani dalam mengelolah bawang tersebut menjadi produk  bawang goreng yang bernilai ekonomi tinggi  karena dominan hasil bumi yang ada didaerah tersebut adalah bawang merah.

Oleh karena itu, keterampilan yang diberikan dikhususkan pada pengelolaan bawang merah menjadi bawang goreng yang memiliki potensi nilai jual yang tinggi, dan langsung diterapkan kepada mitra cara membuat produk tersebut dengan menggunakan teknologi sederhana dan tepat guna.

Yusran Bachtiar menambahkan Pelatihan ini dengan harapan masyarakat mitra pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dalam mengelolah usaha taninya menjadi salah satu usaha tani yang dapat diandalkan, serta mampu  meningkatkan produktivitas dengan potensi alam dan manusia yang dimiliki.

Tentu saja, hasil pengabdian ini yang sangat ingin dicapai adalah terwujudnya masyarakat yang mandiri dan sejahtera dimulai dari mitra hingga seluruh desa potensial yang ada dikabupaten enrekang pungkasnya. (*)