Berita Tri Dharma

HUMAS UM PAREPARE

19-09-2019 HUMAS UM PAREPARE

Um Parepare Melaksanakan Desiminasi Teknologi Irigasi Tetes Di Desa Baringeng Kabupaten Soppeng

Universitas Muhammadiyah Parepare berkerjsama direktorat riset dan pengabdian kepada masyarakat (DRPM) melaksanakan kegiatan pemanfaatan irigasi tetes atau RO DRIP pada lahan pertanian kelompok Tani Pakkareso di desa Baringeng kecamatan Lilirilai kabupaten Soppeng. Pada kegiatan ini juga bersamaan dengan kegiatan KKN UM Parepare, sehingga ada dua posko KKN mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini bertujuan memaksimalkan potensi air, sehingga memaksimalkan potensi pertanian serta mampum menjadi percontohan bagi petani yang ada di kabupaten Soppeng. Aplikasi irigasi tetes atau ro drip yaitu sistem irigasi dengan menggunakan selang tetes. Sistem irigasi tetes bukan merupakan teknologi baru, melainkan telah lama dikebangkan khususnya pada lahan pertanian yang kekurangan sumber air. Tidak tercukupinya sumber air pada lahan pertanian, sehingga petani harus mengandalkan sistem pompanisasi dari sumber air terdekat. Dengan sistem pompanisasi langsung akan meningkatkan biaya produksi.

Salah satu upaya untuk peningkatan produktivitas lahan kering adalah dengan pengembangan irigasi suplementer hemat air. Pada lahan dengan sumber air terbatas, sistem irigasi tetes dapat menghemat pemakaian air karena dapat meminimumkan kehilanganan air yang mungkin terjadi seperti perkolasi, evaporasi dan aliran permukaan. Model irigasi tetes diharapkan mampu menghemat air khususnya pada lahan kering. Oleh sebab itu, aplikasi irigasi tetes sangat diperlukan untu memaksimalkan tanaman holtikultura khususnya pada lahan kering. Dengan kegiatan ini pula UM PAREPARE ingin memasyarakatkan teknologi maju namun sederhana dibidang pertanian yang bekerja secara efektif dan efisien, sekaligus memberikan alternatif solusi pemecahan masalah budidaya tanaman hortikultura pada lahan kering. Teknologi ini diharapkan mampu membantu mitra khususnya produktifitas lahan. Teknologi ini sangat sederhana karena hanya menggunakan peralatan berupa pipa atau selang kapiler kacil untuk mengalirkan air pada permukaan tanah yang telah ditanami.

Petani yang tergabung dalam kelompok Tani Pakkareso di desa baringeng kecamatan lilirilau kabupaten Soppeng sangat terbantu dengan adanya teknologi ini. Sebenarnya beberapa tahun sebelumnya teknologi pernah digunakan, namun tidak berlanjut akibat sember air digunakan tidak mampu menyuplai air. Pada kegiatan kali ini, UM Parepare dan DRPM menyediakan beberapa peralatan penunjang seperti selang tetes, pipa, serta penampungan air. Dari hasil aplikasi tersebut, pateni mampu melukan penyiraman pada tanaman dengan maksimal. Beberapa waktu lalu teah dilakukan kegiatan penyuluhan dangan mengundang beberapa petani untuk berkunjung pada lokasi tersebut, dan hasilnya sangat memuaskan karena banyak diantara petani berminat mencoba tekbologi ini.

Selain itu pula pada kegiatan terbut juga dihadiri oleh beberapa mitra kelompok tani, seperti dari distributor benih hortikulturan yaitu Cap Panah Merah serta distributor pupuk dan pestisida. Pada kegiatan tersebut betul-betul petani puas dengan apa yang diperoleh karen selain mereka dapat melihat langsung aplikasi irigasi tetes, mereka juga memperoleh tambahan ilmu dari beberapa mitra kelompok tni tersebut.

Menurut keterangan Bapak Sapri selaku pembina kelompok tani pakkareso, di desa Baringeng kecamatan Lilirilau kabupaten Soppeng bahwa kegiatan ini sangat bagus dan sangat tepat sasaran. Pada lahan yang mereka garap dari dulu telah menggunakan sistem pompanisasi dan dilakukan secara bergantian dengan anggota kelompok. Pada lahan sekitar satu Ha yang mereka kelola pompa yang hanya satu, maka mereka harus menggunakannya secara bergantian. Dengan adanya percontohan irigasi tetes ini, lahan menjadi produktif karena tidak perlu menunggu giliran dalam penggunaan mesin.